senja tak berujung membuat desiran hati tak tentu
gejolak dada bergemuruh selayak ombak
begitu menggebu, mengiris kumpulan hati bernama perasaan
diam membisu...
seolah tak ada sapaan dalam diri
terbelenggu dalam jeraji besi lampau
akankah mampu berdiri?
akankah mampu berlari?
diri ini lemah, rapuh
dia...
membuatku seakan aku ada dalam dirinya
sebuah cermin nyata bagiku
seolah pelarian yang tak berujung
bimbang, takut...
pegangan yang telah terlepas
membuat ku didorong pada kenyataan...
akuu sendiri,
dunia tak lagi sama
berputar dan menjadi penjara bagi setiap manusia
Pijakan goyah, tak terarah,
Ijinkan diri mampu menepi, dari gelombang ombak berapi
Ijinkan diri membangun bangunan kokoh dalam kegelapan
Hancurkan segala kebimbangan..
Aku mampu...
Pijakan goyah, tak terarah,
Ijinkan diri mampu menepi, dari gelombang ombak berapi
Ijinkan diri membangun bangunan kokoh dalam kegelapan
Hancurkan segala kebimbangan..
Aku mampu...
tentu,
Aku memilikinya
Aku memilikinya
alasan mengapa aku mampu berdiri...
karena Sang Pencipta mengayunkan cahaya
Menjabat tanganku,
Menjabat tanganku,
bangkit, berdiri, berlari
senyuman merekah..
jalan telah diterangi..
semoga dalam jalanku kerikil tak akan menjatuhkanku
meski membuat luka dalam,
tapi Rabbku selalu menjagaku
